Home Fiqih Berapakah Jumlah Minimal Jama'ah Shalat Jum'at?

Berapakah Jumlah Minimal Jama’ah Shalat Jum’at?

Shalat Jum’at dalam pelaksanaannya tidaklah sama dengan shalat-shalat yang lain, ada syarat-syarat dan ketentuan khusus dalam shalat Jum’at yang harus terpenuhi, salah satunya adalah shalat jum’at harus dikerjakan secara berjamaah. Apakah berjamaah di sini sama dengan shalat-shalat lain, dimana pada shalat tersebut jama’ah bisa didirikan hanya dengan 2 orang saja?

Para Ulama berbeda pendapat dalam hal ini,

Madzhab Hanafi

Dalam kitab Al Mabsuth Imam As Sarakhsi (483 H) berkata:

قال أبو حنيفة رضي الله عنه ثلاثة نفر سوى الإمام

“Imam Abu Hanifah berpendapat batas minimal jamaah shalat Jum’at adalah 3 orang selain Imam.” (2/43 )

Landasan dalil yang dipakai Imam Abu Hanifah adalah Firman Allah ta’ala :

إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسَعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ

Jika (kalian) diseru untuk menunaikan shalat Jum’at maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah” [Al Jumua’ah : 9]

Kata {فَاسَعَوْا} dalam ayat tersebut berbentuk jamak, dan yang disebut dengan bilangan jamak adalah bilangan tiga keatas, oleh karena itu, jika shalat jum’at dihadiri 3 orang saja selain dari imam, maka shalat jum’at sah untuk dilaksanakan.

Madzhab Maliki

Dalam Hasyiyah Ad-Dasuqi, Imam Ad-Dasuqi (696 H) berkata:

َ وَالِاثْنَا عَشَرَ الْأَحْرَارُ حُضُورُهُمْ فِي الْمَسْجِدِ شَرْطُ صِحَّةٍ

“Kehadiran dua belas orang laki-laki merdeka di masjid adalah syarat sahnya sholat jum’at”. (1/377)

Dalam Madzhab maliki kehadiran 12 orang sudah cukup untuk ditegakkannya shalat jum’at.

Madzhab Syafi’i Dan Hambali

Imam An-Nawawi salah seorang ulama dari Madzhab Syafi’i menuliskan di dalam kitabnya Al-Majmu Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

فلا تصح الجمعة إلا بأربعين رجلا بالغين عقلاء احرارا مستوطنين للقرية أو البلدة التي يصلى فيها الجمعة

Tidak sah shalat jum’at kecuali dengan 40 orang laki-laki baligh, berakal, merdeka dan musthauthin di kampung atau kota yang didirikan di tempat tersebut shalat Jum’at

Dalam kitab Al-Mughni, Ibnu Qudamah (620 H) berkata:

فأما الأربعون، فالمشهور في المذهب أنه شرط لوجوب الجمعة وصحتها

Adapun jumlah empat puluh orang, yang masyhur dalam madzhab (Hambali) bahwasannya ia merupakan syarat wajib dan sahnya sholat Jum’at. (2/243-244)

Dalam Madzhab Syafi’i dan Hambali, kehadiran 40 orang adalah jumlah minimal untuk sahnya shalat jum’at didirikan. Keduanya sama-sama berdalil dengan hadist yang dari Ka’ab bin Malik beliau berkata,

 أول من جمع بنا أسعد بن زرارة، في هزم النبيت، من حرة بني بياضة، في نقيع يقال له: نقيع الخضمات قلت له: كم كنتم يومئذ؟ قال: أربعون.

“As’ad bin Zararah adalah orang pertama yang mengumpulkan kami sholat jum’at disebuah perkebunan di desa Hurah Bani Bayadhah pada sebuah lembah yang disebut dengan Naqi’ Al-Khashimaat , aku bertanya padanya: Berapa jumlah kalian pada saat itu? beliau menjawab: empat puluh orang.”(HR. Abu Dawud)..

Madzhab Dzohiri

Dalam kitab Al Muhalla , Ibnu Hazm (456 H) berkata:

والجمعة إذا صلاها اثنان فصاعدا ركعتان يجهر فيهما بالقراءة

Shalat Jum’at apabila dikerjakan oleh dua orang atau lebih maka shalatnya dikerjakan sebanyak dua raka’at dengan dijaharkan (dikeraskan) bacaannya. (3/248)

Dalam Madzhab dzohiri sendiri shalat jum’at sudah sah jika dilaksanakan oleh 2 orang saja, karena mereka menganggap bahwa 2 orang itu sudah dikatakan sebagai jamaah, maka shalat jumat tetap sah sekalipun hanya dilaksanakan oleh dua orang.

 

 

Hasil Majelis Bahst wa Tahqiq oleh: Mega Aprilia, Dian Irfani, Dewi Rahmi Azizah, Dwi saputri, Ismi Khairiyah dan habibah

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Istri-istri Nabi Muhammad

Bahwa sudah diketahui bersama, sebagaimana manusia biasa, Nabi juga bisa menikah. Dan perlu diketahui juga, bahwa fitrah dari makhluk adalah Allah jadikan mereka berpasang-pasangan....

Al Hafiz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuthi

Nama beliau Abdurrahman bin al Kamal. Kuniyah beliau Abu al Fadhl, adapun laqob beliau Jalaluddin. Lahir pada malam ahad awal bulan Rajab tahun 849 H...

Menghayati Kandungan Surat Yusuf Ayat 86

by: Riza Ashfari Mizan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالى berfirman, قَالَ إِنَّمَآ أَشْكُوا۟ بَثِّى وَحُزْنِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah...

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...