Home Muamalah Mata Adalah Sumber Dosa

Mata Adalah Sumber Dosa

Mata adalah salah satu dari nikmat-nikmat Allah paling berharga, dimana dengannya seseorang bisa melihat indahnya ciptaan Allah, dan dengan ketiadaannya pula hidup terasa hampa karena tidak ada sesuatu yang bisa dilihatnya kecuali kegelapan.

Oleh karena itu jika hari ini anda belum menemukan sesuatu yang berhak untuk membuat anda tersenyum, silahkan pejamkan mata anda sejenak supaya anda tahu bahwa bisa melihat sudah cukup untuk membuat anda tersenyum bahagia.

Setiap nikmat yang Allah berikan kepada hambanya tidak semerta-merta boleh digunakan semaunya, namun harus digunakan sesuai rambu-rambu yang sudah Allah tentukan, seperti mata misalnya ; Allah perintahkan kepada hambanya untuk mempergunakannya kepada melihat yang halal saja. Sebagaimana perintah Allah dalam firmannya:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ (QS. An-Nur [24] : 30).

Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya berkata :

هذا أمر من الله تعالى لعباده المؤمنين أن يغضوا من أبصارهم عما حرم عليهم، فلا ينظروا إلا إلى ما أباح لهم النظر إليه ، وأن يغضوا أبصارهم عن المحارم

“Ini adalah perintah dari Allah taala kepada hamba-hamba Nya yang beriman untuk menjaga (menahan) pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan atas mereka. Maka janganlah memandang kecuali memandang kepada hal-hal yang diperbolehkan untuk dipandang. Dan tahanlah pandangan mu dari hal-hal yang diharamkan.”

Ayat ini menjadi perintah wajib kepada setiap muslim untuk senantiasa hanya mengarahkan pandangan matanya kepada yang halal. Namun di dalam ayat ini juga ada perintah lain, yakni menjaga kemaluan dari segala perkara haram.

Lantas, mengapa Allah mendahulukan perintah menjaga mata daripada menjaga kemaluan?

Imam Ibnu Qayyim dalam kitabnya “Raudhatul muhibbin wa Nuzhatul musytaqqiin” Memaparkan sejauh mana pengaruh mata bagi anggota tubuh lainnya sebagai berikut :

وقد جعل الله سبحانه العين مرآة القلب فإذا غض العبد بصره غض القلب شهوته وإرادته وإذا أطلق بصره أطلق القلب شهوته

Dan Allah telah menjadikan mata sebagai cermin hati dan apabila seorang hamba menjaga pandangannya maka hatinya juga akan menjaga syahwatnya dan keinginannya, namun apabila mata melepaskan pandangannya kemana-mana maka hatinya juga akan melepaskan syahwatnya.

Dan rasulullah juga pernah bersabda berkenaan dengan pengaruh mata terhadap anggota tubuh lainnya sebagaimana terdapat dalam kitab shahih bukhari :

فالعين تزني وزناها النظر واللسان يزني وزناه النطق والرجل تزني وزناها الخطى واليد تزني وزناها البطش والقلب يهوى ويتمنى والفرج يصدق ذلك أو يكذبه

“Mata itu berzina dan zinanya mata adalah dengan melihat dan lisan juga berzina dan zinanya lisan adalah dengan berbicara dan kaki juga berzina dan zinanya kaki adalah langkahnya dan tangan juga berzina dan zinanya tangan adalah dengan meraba atau menggenggam dan zinanya hati adalah berangan-angan dan berharap lalu semua itu dibenarkan atau didustakan oleh kemaluan.” (H.R Bukhari)

Dalam hadist ini rasululah memulainya dengan mata dibandingkan anggota-anggota tubuh lainnya padahal mereka sama sama berzina, Kenapa? karena asal dari semua zina ini adalah mata, tangan dan kaki dan hati akan berzina jika mata terlebih dahulu berzina dengan melihat sesuatu yang membuatnya tertarik lalu kemudian baru diikuti oleh anggota badan lainnya dan pada akhirnya kemaluanlah yang akan menjadi penentu.

Oleh karena demikian, rasulullah begitu ketat dalam masalah ini, hal ini beliau tunjukkan dengan menegur sahabat-sahabatnya dari bahaya pandangan mata :

يا علي لا تتبع النظرة النظرة فإن لك الأولى وليست لك الثانية

Wahai Ali jangan ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yang pertama itu boleh (dimaafkan) dan yang kedua tidak boleh. {H.R. Tirmidzi}

Hadist ini semakin menguatkan akan wajibnya seorang muslim untuk menjaga pandangannya. Kalau pandangan sesekali saja kemudian langsung diperintahkan untuk memalingkannya, maka lebih-lebih lagi kalau sengaja untuk memandang.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...