Home Khazanah Islam Masuk Neraka Gara-Gara Kucing

Masuk Neraka Gara-Gara Kucing

Memiliki hewan peliharaan yang lucu, imut dan menggemaskan adalah hal yang sangat menyenangkan. Selain karna bisa dijadikan sebagai teman, mereka juga terkadang bisa dijadikan teman yang menghibur. Di antara hewan yang paling banyak di jadikan peliharaan adalah kucing.

Selain karena kucing lucu, imut serta manja, kucing juga merupakan hewan yang cukup pintar dalam menjaga kebersihan tubuhnya meskipun ia takut dengan air. Tidak heran jika kucing menjadi hewat peliharaan paling di dambakan di antara peliharaan yang lain.

Maka layaknya muslim yang baik hendaknya kita memperlakukan mereka dengan cara yang baik sekalipun mereka bukan manusia. Karena dahulu rasulullah sallalahu ‘alaihi wa salam pernah bercerita tentang seorang perempuan yang masuk neraka karena menyiksa seekor kucing.

Larangan Membunuh Kucing

Kisah wanita ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu sebagai berikut:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ، سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَسَقَتْهَا، إِذْ هِيَ حَبَسَتْهَا، وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ.

“Sungguh Rasulullah saw. telah bersabda, “Ada seorang wanita yang diazab karena seekor kucing. Ia mengurung kucingnya sampai mati, lalu ia masuk neraka karenanya. Ia tidak memberikan makan dan minum kucingnya. Bahkan ia mengurungnya. Ia tidak meninggalkan makanan untuknya, sehingga ia memakan apa yang keluar dari bumi.” (H.R. Muslim).

Kisah tersebut juga diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: دَخَلَتِ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلاَ هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلاَ هِيَ أَرْسَلَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ هَزْلاً

Dari Rasulullah sa beliau bersabda, Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing, ia memeliharanya namun tidak memberikan makan, karena ia tidak mengirimkan makan, maka kucing itu makan dari yang keluar di bumi sampai ia mati karena kurus (kelaparan)”. (HR. Muslim)

Imam Nawawi ketika menjelaskan hadist ini berkata:

وَفِي الْحَدِيثِ دَلِيلٌ لِتَحْرِيمِ قَتْلِ الْهِرَّةِ وَتَحْرِيمِ حَبْسِهَا بِغَيْرِ طَعَامٍ أَوْ شَرَابٍ

“Dan hadist ini menjadi dalil haramnya membunuh kucing dan juga haram mengurungnya dengan tanpa memberinya makan atau minum.”

Kemudian Imam Nawawi Melanjutkan :

وَلَيْسَ فِي الْحَدِيثِ أَنَّهَا تَخْلُدُ فِي النَّارِ وَفِيهِ وُجُوبُ نَفَقَةِ الْحَيَوَانِ عَلَى مَالِكِهِ

“Dan hadist ini tidak menghukumi bahwa ia (si wanita) kekal di neraka, dan hadist ini menunjukan kewajiban nafkah kepada hewan peliharaan bagi pemiliknya.”

Perempuan tersebut masuk neraka karna sebab ia menyiksa hewan peliharaannya dengan mengurungnya dan tidak memberikannya makan atau minum. Namun wanita tersebut tidak kekal di neraka, ia hanya disiksa sesuai dosa yang dia perbuat terhadap peliharaannya.

Berbuat Baik Kepada Hewan Adalah Kebaikan

Rasulullah pernah bercerita kepada para sahabat tentang kisah seorang laki-laki yang memberi minum seekor anjing yang sedang kehausan, kemudian dengan sebab itu Allah mengampuni dosa laki-laki tersebut. Maka para sahabat pun terheran dan bertanya:

يا رسول اللّه، وإن لنا في البهائم أجرا؟

“Wahai rasullullah, apakah bagi kami pahala jika menolong mereka (hewan)”?

Maka rasulullah dengan gamblang menjawab :

 في كل كبِد رطبة أجرٌ

“Di setiap hati yang basah terdapat pahala”

Makhluk hidup disebut dengan hati yang basah karena ketika makhluk hidup mati maka seluruh anggota tubuhnya akan mengering. Hati yang basah dalam hadist ini mencakup semua makhluk, baik itu dari golongan manusia atau binatang.

Imam Nawawi menerangkan lebih lanjut :

ففى هذا الْحَدِيثِ الْحَثُّ عَلَى الْإِحْسَانِ إِلَى الْحَيَوَانِ الْمُحْتَرَمِ وَهُوَ مَا لَا يُؤْمَرُ بِقَتْلِهِ فَأَمَّا الْمَأْمُورُ بِقَتْلِهِ فَيُمْتَثَلُ أَمْرُ الشَّرْعِ فِي قَتْلِهِ

“Hadist ini memotivasi untuk berbuat baik kepada hewan-hewan yang di hormati, dan mereka tidak dibolehkan untuk dibunuh, adapaun hewan-hewan yang di perintahkan untuk dibunuh dalam syariat maka hendaklah dibunuh”

Hewan-hewan yang diperintahkan untuk dibunuh seperti anjing hitam, babi dan hewan yang berbisa, cicak dan lainnya, maka membunuh mereka adalah dibolehkan bahkan di anjurkan.

Jika dengan berbuat buruk kepada hewan saja bisa menyebabkan seseorang masuk neraka, lantas bagaimana jika perbuatan buruk tersebut di tujukan kepada manusia. Jika berbuat baik kepada binatang bisa mendatangkan pahala, lalu apa yang menghalangi anda untuk memperoleh pahala dari kebaikan anda terhadap saudara anda.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...