Home Khazanah Islam Kenapa Do'aku Tertolak?

Kenapa Do’aku Tertolak?

Do’a adalah senjata kaum muslimin. Do’a bisa merubah segala sesuatu yang sulit menjadi mudah, yang berat menjadi ringan. Do’a juga meruapakan wasilah agar kita selalu dekat dengan Allah dan menyandarkan segala sesuatu kepada Allah.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

Dalam sebuah hadist, rasulullah bersabda:

مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Siapa yang tidak meminta (berdo’a) kepada Allah, maka allah akan marah kepadanya (HR Ibnu Majah)

Pada asalnya semua do’a yang mengetuk pintu langit pasti akan terkabulkan, akan tetapi terkadang ada beberapa hal yang membuat do’a tersebut tertunda dan bahkan tertolak, diantaranya:

1. Hati Yang Lalai

Rasulullah sallalhu ‘alaihi wa salam bersabda:

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.(HR. Tirmidzi)

Hati yang lalai adalah hati yang meminta dengan tanpa rasa khusyu’ dan penghayatan. Padahal merupakan adab dalam berdo’a adalah kita merendahkan diri kita serendah-rendahnya di hadapan Allah. Bahkan kalau harus dengan merengek-rengek seperti kucing maka lakukanlah.

Rasulullah bersabda:

إِنَّ اللَّهَ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي من عبده إِذَا رَفَعَ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Pemalu dan Maha Pemurah. Allah Ta’ala malu kepada hamba-Nya yang mengangkat dua tangannya kepada-Nya, namun kembali dalam keadaan kosong (yaitu, tidak dikabulkan).” (HR. Tirmidzi)

2. Tergesa-gesa

Rasulullah sallalahu ‘alaihi wa salam bersabda:

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي

Do’a salah seorang diantara kalian akan di kabulkan selama dia tidak tergesa-gesa dalam berdo’a (HR Bukhari)

Tergesa-gesa disini maksudnya adalah terlalu cepat mengmbil kesimpulan bahwa ketika do’a-do’anya tak kunjung terkabulkan, maka berarti do’anya sudah tertolak, sehingga dia berhenti berdo’a kepada Allah. Atau dengan kata lain, orang seperti ini ingin do’a instan, hari ini berdo’a dan minggu depan sudah dikabulkan.

Imam Ibnu al-Qayim mengumpamakan orang yang tergesa-gesa dalam berdoa :

وَهُوَ بِمَنْزِلَةِ مَنْ بَذَرَ بَذْرًا أَوْ غَرَسَ غَرْسًا، فَجَعَلَ يَتَعَاهَدُهُ وَيَسْقِيهِ، فَلَمَّا اسْتَبْطَأَ كَمَالَهُ وَإِدْرَاكَهُ تَرَكَهُ وَأَهْمَلَهُ

Ia seperti orang menabur benih atau menanam tanaman, kemudian ia merawat dan selalu menyiraminya, namun ketika tanamannya itu tidak kunjung membesar maka kemudian dia meninggalkan tanaman tersebut dan mengabaikannya.

3. Maksiat

Salah satu faktor paling utama tertolaknya do’a adalah maksiat. Bhakan maksiat bukan hanya menghalangi terkabulnya doa seseorang bahkan disebutkan dalam beberapa hadist maksiat menghalangi seseorang dari Ilmu dan rezeki.

ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya? (HR Muslim)

Berdoalah dalam keadaan khusu’. Kemnudian jauhilah segala perbuatan yang akan menangguhkan doa-doamu. Kemudian bersabarlah. Mungkin bukan Allah tidak mengabulkan do’amu, akan tetapi Allah masih ingin melihatmu terus merengek-rengek manja kepadanya.

Atau Allah memilih waktu yang tepat untuk menjawab do’amu, atau justru Allah do’a yang kamu minta bukan yang terbaik untukmu, dan kemudian Allah ganti dengan jawaban yang lebih baik dari pada apa yang engkau minta.

Selalu berhusnudzan kepada Allah, berapa banyak nikmat yang Allah berikan cuma-cuma tanpa kamu harus memintanya.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...