Home Fiqih Baca Al-Qur'an Di Gadget, Apakah Harus Berwudhu'?

Baca Al-Qur’an Di Gadget, Apakah Harus Berwudhu’?

Kemudahan tekhnologi dizaman ini benar-benar memanjakan manusia, diantaranya adalah kemudian yang didapat melalui gadget. Ketika hanya dengan menggunakan alat ini setiap orang bisa melakukan banyak hal; bertransaksi, menonton, membaca, dan melakukan kegiatan lainnya. Kemudahan ini tentunya sangat bermanfaat, karena setiap orang hanya cukup membawa gadget ketika bepergian dan tidak perlu repot-repot membawa buku, dompet atau barang lainnya.

Bahkan kemudahan ini secara perlahan membuat banyak orang hari ini mulai memindahkan aktivitas membaca Al-Qur’an dari mushaf ke gadget, karena cara ini dianggap lebih praktis dan tidak repot tentunya serta lebih praktis, bisa dibaca dimana saja dan kapan saja. Lalu apakah syarat membaca Al-Qur’an di mushaf juga berlaku ketika membaca Al-Qur’an di gadget? misalnya seperti harus suci dari hadast ketika membacanya?

Para Ulama sepakat tentang kebolehan membaca Al-Qur’an dengan hafalan tanpa menyentuh mushaf bagi orang yang berhadats kecil sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Attibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an :

يستحب أن يقرأ وهو على طهارة فإن قرأ محدثا جاز بإجماع المسلمين

“Dianjurkan agar membaca Al-Qur’an sementara ia dalam keadaan suci, adapun apabila ia membacanya dalam keadaan berhadast kecil maka itu boleh menurut kesepakatan kaum muslimin”

Syekh Dr. Ali Jumah, salah satu tokoh agama atau mufti Mesir mengatakan di dalam Darul Ifta’ Al Misriyyah:

لا مانع شرعًا من قراءة القرآن بغير وضوءٍ مع عدم مس المصحف؛ عملًا بقوله تعالى: لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

 

Tidak ada halangan secara Syara’ membaca Alquran tanpa berwudu dengan (syarat) tidak menyentuh mushaf Alquran, sebagaimana firman Allah swt.“Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.” (Q.S. Al-Waqiah/56: 79)

Dari ketrangan diatas jelas bahwa tidak disyaratkan ketika membaca Al-Qur’an harus dalam keadaan suci, misalnya seperti membacanya melalui hafalan atau membaca potongan-potongan ayat Al-Qur’an dengan syarat tidak menyentuhnya. Namun hendaknya dia berusaha untuk membacanya dalam keadaan suci dari hadast sebagai bentuk memuliakan Al-Qur’an.

Sementara membaca Al-Qur’an dalam keadaan berhadast besar seperti: junub, atau haidh dan nifas bagi wanita maka mayoritas ulama sepakat tentang keharamannya.

Adapaun menyentuh Mushaf maka Rasulullah sallalahu ‘alaihi wasalam pernah menulis surat untuk penduduk yaman, diantara isi surat tersebut rasulullah berkata:

 لا يمس القرآن إلا طاهر

“Dan tidak menyentuhnya kecuali orang yang suci”

Perintah rasul dalam hadist ini dijadikan dalil oleh mayoritas ulama untuk mengharamkan menyentuh Mushaf Al-Qur’an kecuali orang-orang yang suci dari hadast. Lalu apakah Al-Quran yang tertulis di gadget sama seperti mushaf asli sehingga orang yang membacanya melalui gadget harus dalam keadaan suci dari hadats?

Syaikh Sholeh Fauzan seorang ulama kibar dan mufti arab saudi pernah ditanya tentang seseorang yang terkadang membaca Al-Qur’an melalui gadget, maka beliau menjawab:

 المصاحف والحمد لله متوفرة في المساجد وبطباعة فاخرة ، فلا حاجة للقراءة من الجوال ، ولكن إذا حصل هذا فلا نرى أنه يأخذ حكم المصحف

Alhamdulilah mushaf-mushaf banyak ditemukan disetiap masjid-masjid dengan cetakan yang sempurna, maka tidak perlulah untuk membacanya melalui gadget, akan tetapi jika terjadi (membaca mushaf melalui gadget) maka kami tidak melihat bahwa Al-Qur’an di gadget sama dengan Al-Qur’an di Mushaf secara hukumnya.

Dari penjelasan beliau terlihat jelas bahwa beliau tidak menganjurkan untuk membaca Al-Qur’an melalui gadget karena mushaf Al-Qur’an hampir disetiap masjid tersedia dalam jumlah yang banyak.

Kemudian beliau juga mengisyaratkan bahwa jikapun ada orang yang membaca Al-Qur’an melalui gadget maka tidak dihukumi sama dengan orang yang membaca Al-Qur’an melalui Mushaf, dengan kata lain boleh-boleh saja ia menyentuh dan membacanya dalam keadaan tidak suci.

Tulisan Al-Qur’an yang terdapat di gadget tidaklah sama dengan yang tulisan yang terdapat di mushaf, karena tulisan tulisan yang terdapat di gadget bisa berubah sewaktu-waktu ketika kita berpindah ke fitur lainnya dan bisa dihilangkan kapan saja. Kemudian gadget juga bukan berisi huruf-huruf Al-Qur’an saja melainkan juga terdapat banyak fitur didalamnya sehingga Al-Qur’an digadget tidak sama dengan Al-Qur’an yang tertulis di Mushaf pada umumnya.

Artinya keduanya memiliki hukum yang berbeda, orang yang membaca Al-Quran melalui mushaf maka dia disyaratkan untuk berwudhu terlebih dahulu karena Mushaf Al-Qur’an tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang suci dari hadast. Sementara membaca Al-Qur’an melalui gadget tidak disyaratkan harus suci dari hadast, karena hukum yang berlaku di Mushaf tidak berlaku di gadget.

Namun hendaknya setiap orang harus berusaha sebisa mungkin untuk membaca Al-Qur’an melalui mushaf, karena melihat mushaf dan memegangnya sudah termasuk ibadah. Kemudian tentunya membaca Al-Qur’an di gadget tidak seistimewa ketika membacanya melalui mushaf karena terkadang banyak hal-hal yang mengalihkan kita sesaat dari membacanya di gadget, tentunya ini mengurangi kekhusyu’an dan tadabbur kita terhadap Al-Qur’an.

 

 

 

 

 

 

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...